Walau mungkin agak telat, dan karena udah lama gak nulis di blog (sejak awal agustus).. pertama-tama saya mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini, semoga dosa-dosa dan kesalahan kita diampuni pada akhir bulan nanti.. Amiin..
Berbicara tentang bulan ramadhan(romadhon) dan puasa, saya teringat isi dari khutbah jum’at beberapa hari yang lalu(14-09-07)..(walau banyak isi lainnya yang saya lupa hehe)..
Esensi pertama adalah: rugi bagi orang islam yang melaksanakan puasa di bulan romadhon tapi tidak diampuni dosa-dosanya.. Wew, padahal romadhon adalah bulan suci yang banyak sekali keistimewaannya,yang salah satunya adalah diampuninya dosa-dosa yang telah dilakukan oleh seorang manusia… Semoga kita semua tidak termasuk dari golongan yang ‘merugi’ tersebut..
Esensi kedua adalah, puasa tidak hanya sekedar menahan diri untuk tidak makan dan minum dari Imsak sampai saatnya adzan maghrib berkumandang, tetapi lebih kepada bagaimana menahan diri dari hawa nafsu..
Tentang yg ke2 ini, saya berpikir: sebenarnya, puasa itu cuma memindahkan waktu makan dan minum saja.. dari sarapan pagi digeser ke sebelum Imsak, dan makan malam ke waktu maghrib.. (Buat yang udah biasa makan 2xsehari). kalau soal menahan lapar/minum, sebenarnya relatif mudah (menurutku). Toh, (dengan mengambil studi kasus diriku sendiri, hehe) biasanya ‘kita’ juga seringĀ telat makan.. sarapan baru sekitar jam 11an, itu pun kalo udah lapar dan malamnya baru makan lagi jam 7-10an. itu pun kalo ada selera makan.. Tapi, itu diriku lho.. yg biasanya cuma nge-game seharian,sampe lupa waktu hehe.. (makanya gak gemuk2 dan sering sakit2an hiks
)..
Tapi mengapa koq pas tiba saatnya berbuka dan pas sahur, banyak sekali makanan yang tersedia, bahkan lebih banyak dan lebih enak2 daripada saat sebelum/sesudah romadhon ? sehingga ada orang yang tiap puasa malah bukannya tambah kurus tapi tambah gemuk.. Apa ini karena kita yang “mungkin” belum memahami sepenuhnya arti dari puasa (romadhon)?